Blog Informasi dan Pengetahuan

12 Makanan untuk Penderita Diabetes

hajar jahanam semarang– Banyak di pada para penderita diabetes style 2 mengalami kekurangan mineral dan vitamin larut air. Pasalnya, kadar glukosa yang tinggi di dalam darah bisa menghambat cairan supaya volume air di ginjal meningkat dan tidak bisa diserap ulang. Penderita diabetes termasuk cenderung buang air kecil lebih kerap supaya vitamin dan mineral banyak terbuang.

Karena itulah pasien harus pintar-pintar mencukupi kebutuhan vitamin dan mineralnya bersama dengan menerapkan diet sehat sesuai setiap hari. Meski demikian, tersedia kalanya kebutuhan tersebut masih belum terpenuhi. Kekurangan ini bisa Anda penuhi lewat suplemen tambahan.

Beberapa suplemen termasuk bisa menopang tubuh memaksimalkan penggunaan insulin supaya kadar gula darah senantiasa terkontrol.

Akan tetapi, harus Anda ingat bahwa suplemen ini hanya berupa pelengkap, bukan pengganti perawatan diabetes. Sangat perlu bagi Anda untuk berkonsultasi bersama dengan dokter khususnya dahulu sebelum akan konsumsi suplemen, termasuk herbal.

Pasalnya, setiap orang memiliki kebutuhan style dan dosis berbeda. Obat herbal yang sepanjang ini kerap dianggap aman dan tanpa dampak samping pun sebenarnya memiliki dampak kuat di dalam tubuh. Suplemen ini termasuk bisa berinteraksi bersama dengan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi dan menimbulkan reaksi tertentu.

Suplemen (vitamin dan mineral) perlu untuk diabetes

Berikut ini merupakan 12 suplemen terbaik yang kerap dibutuhkan para penderita diabetes. Perlu diingat baha dosis yang direkomendasi kemungkinan tidak serupa bersama dengan kebutuhan harian setiap orang:

Vitamin B-kompleks

Vitamin B6 dan B12 bisa menopang menangani neuropati atau kerusakan saraf akibat komplikasi diabetes kronis. Biotin, vitamin B-kompleks lainnya, dibutuhkan di dalam sistem metabolisme dan pertumbuhan. Biotin termasuk digunakan untuk pembentukan dan penggunaan protein, lemak, dan karbohidrat. Dosis yang direkomendasi adalah 75 mg vitamin B6, 150 mkg B12, dan 300 mkg biotin per hari.

Vitamin C

Vitamin C menopang menurunkan kadar sorbitol atau gula terakumulasi yang mengakibatkan kerusakan sel-sel mata, ginjal, dan saraf. Vitamin C termasuk berfaedah sebagai antioksidan dan melindungi pembuluh darah kapiler dari kerusakan yang rentan terjadi terhadap penderita diabetes. Dosis yang direkomendasi yakni 1000 mg vitamin C per hari.

Vitamin D

Vitamin D bisa mengaktifkan gen yang mempercepat memproduksi cathelicidin, peptida antimikroba yang bisa menghancurkan virus, bakteri, dan kuman lain. Karena penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi akibat ulkus diabetik dan penyakit periodontal (gusi), pastikan tubuh Anda mendapatkan vitamin larut lemak di dalam kuantitas optimal, setidaknya sebesar 2 ribu IU vitamin D (dalam wujud cholecalciferol atau D3) setiap hari.

Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak utama di dalam tubuh. Vitamin ini menopang mengontrol kadar glukosa darah dan juga melindungi pembuluh darah dan saraf dari radikal bebas yang bisa memperparah diabetes. Penelitian tunjukkan bahwa vitamin E dosis tinggi diperkirakan bisa memperbaiki neuropati diabetes dan juga melindungi dari katarak dan aterosklerosis.

Oleh dikarenakan itu, direkomendasi supaya semua orang termasuk yang masih sehat, konsumsi setidaknya 300 IU vitamin E setiap hari. Namun, pastikan Anda menentukan vitamin E alami. Cirinya, vitamin ini ditulis sebagai d-alpha-tocopherol atau d-alpha tocopheryl. Sedangkan vitamin E sintesis biasa ditulis sebagai dl-alpha-tocopherol atau dl-alpha-tocopheryl.

 

Alpha-Lipoic Acid (ALA)

ALA merupakan substansi sama vitamin yang termasuk keliru satu antioksidan. ALA berfaedah melindungi sel dari kerusakan dikarenakan radikal bebas, menopang transport glukosa ke di dalam sel, kurangi rasa sakit terhadap saraf, dan tingkatkan sensitivitas insulin. Dosis yang direkomendasi adalah 600 sampai 800 mg per hari.

 

Magnesium

Defisiensi magnesium cukup lazim ditemui terhadap penderita diabetes. Magnesium sendiri merupakan mineral yang terlampau perlu di dalam memproduksi daya dan sintesis protein, replikasi sel, dan juga memproduksi DNA. Magnesium termasuk bisa kurangi resistensi insulin dan mengontrol kadar gula darah senantiasa normal. Dosis yang direkomendasi yakni 500 sampai 1000 mg magnesium setiap harinya.

 

Vanadium

Vanadium (atau vanadyl sulfate) bekerja bersama dengan meniru insulin di dalam tubuh dan melindungi kadar gula darah senantiasa normal. Vanadium termasuk diyakini terlampau perlu di dalam pencegahan dan perawatan diabetes. Meski demikian, mineral ini hanya dibutuhkan di dalam kuantitas kecil oleh tubuh. Dosis yang direkomendasi adalah 100 mg per hari.

 

Kromium

Kromium merupakan mineral yang dibutuhkan di dalam kuantitas kecil oleh tubuh. Namun, mineral ini terlampau perlu untuk mengoptimalkan kerja insulin dan juga menopang memindahkan glukosa dan nutrisi lain ke di dalam sel. Kromium tidak menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak insulin, melainkan hanya memperbaiki kinerjanya.

 

Sedikitnya tersedia 15 percobaan yang tunjukkan bahwa kromium bisa tingkatkan metabolisme glukosa terhadap penderita diabetes, resistensi insulin, dan abnormalitas gula darah lainnya. Dosis yang direkomendasi sebesar 200 mkg per hari.

 

Berberin

Berberin adalah alkaloid dari tumbuhan yang bekerja mengaktifkan AMP-activated protein kinase (AMPK). AMPK sendiri merupakan regulator basic terhadap metabolisme yang tersedia di semua hewan dan tumbuhan. AMPK berfaedah menstimulasi pelepasan glukosa ke di dalam sel, tingkatkan sensitivitas insulin, dan kurangi memproduksi glukosa terhadap liver yang kerap terlalu berlebih terhadap penderita diabetes. Dosis yang direkomendasi sebesar 1500 mg berberin per hari.

 

Krokot

Mudah dijumpai di Indonesia, krokot (Portulaca oleracea) memiliki fungsi kebugaran bagi para penderita diabetes, yakni bisa mengatur gula darah. Ekstrak krokot diyakini bisa tingkatkan sensitivitas insulin, tingkatkan pelepasan glukosa terhadap sel, dan memperlambat pindahan glukosa dari usus besar ke darah. Dosis yang direkomendasi sebesar 180 mg krokot per hari.

 

Gymnema Sylvestre

Gymnema sylvestre merupakan tanaman obat yang tumbuh secara merambat di hutan-hutan India. Ekstrak daun tanaman ini punya kandungan asam gymnemic yang bisa memperlambat transport glukosa dari usus besar ke aliran darah supaya kadar gula darah senantiasa normal. Dosis yang direkomendasi sebesar 200 mg Gymnema sylvestre per hari.

 

Bungur

Ekstrak daun bungur (Lagestroemia speciosa) punya kandungan asam kolosolik yang bisa mempercepat transport glukosa ke di dalam sel supaya kadar gula darah senantiasa terkontrol. Dosis yang direkomendasi sebesar 3 mg ekstrak daun bungur per hari.