Blog Informasi dan Pengetahuan

Alergi Musiman vs Pilek—Perbedaannya?

0

 

Alergi Musiman vs Pilek—apa yang terlintas dalam pikiran jika hidung Anda terus menerus meler, bersin sepanjang hari, dan susah untuk bernapas? Kemungkinan besar Anda berpikiran itu hanya gejala pilek biasa. Namun, cobalah mencermati saat terjadinya. Apakah gejala-gejala tadi condong menyerang pada periode saat yang tetap mirip tiap tiap tahun? Jika demikian, barangkali Anda terkena alergi musiman.

baca juga : khasiat dari hajar jahanam mesir

Meskipun pilek dan alergi musiman miliki lebih dari satu gejala yang mirip, keduanya merupakan suasana penyakit yang sangat berbeda. Pilek (selesma) disebabkan oleh virus, namun alergi musiman disebabkan oleh respon proses imun yang dipicu oleh alergen (pemicu alergi).

 

Dari aspek penyembuhannya juga berbeda, pilek bisa diobati bersama beristirahat dan mengkonsumsi obat pereda nyeri dan obat pilek yang sering dijual di pasaran. Sedangkan alergi musiman bisa ditangani bersama mengkonsumsi antihistamin.

 

Antihistamin sendiri dijual bebas di apotik atau bisa juga bersama resep dokter. Selain itu, semprotan steroid hidung, dekongestan, serta menjauhi kontak bersama alergen.

 

Bagaimana Cara Membedakan Alergi Musiman bersama Pilek?

Salah satu caranya adalah bersama mencermati gejala-gejala yang dialami. Coba memandang gejala alergi musiman vs pilek tersebut ini, untuk memahami type penyakit apa yang tengah Anda derita.

 

Batuk-batuk—batuk kadang kala dirasa oleh penderita alergi musiman, namun pada orang yang pilek batuk lebih sering terjadi.

Sakit dan nyeri—meskipun penderita alergi musiman tidak mengalami gejala ini, orang yang pilek bisa jadi menjadi sakit dan nyeri.

Mata gatal—jika mata menjadi gatal, barangkali besar Anda terkena alergi dan ini jarang dialami penderita pilek.

Sakit tenggorokan—orang yang miliki alergi cuma sesekali merasakan ini, lain halnya bersama penderita pilek yang sering kali menjadi sakit tenggorokan.

Demam—tidak pernah berjalan pada alergi musiman dan jarang berjalan pada penderita pilek.

Sementara untuk gejala-gejala lainnya, seperti; tubuh menjadi letih, bersin-bersin, hidung meler, dan hidung tersumbat, baik alergi musiman maupun pilek sama-sama mengalaminya.

 

YANG LEBIH BERESIKO TERSERANG ALERGI MUSIMAN

Anak-anak miliki barangkali lebih besar, begitu juga bersama penderita asma. Selain itu, jika Anda miliki riwayat keluarga yang mengidap alergi atau asma, ini juga bisa meningkatkan resiko terkena alergi musiman.

Bagaimana Anda Dapat Mengurangi Dampak Alergi Musiman?

Penyebab alergi musiman bisa berbeda-beda, begitu juga bersama langkah kurangi dampaknya. Pemicu alergi yang paling lazim adalah serbuk sari, debu, bulu hewan peliharaan, dan kapang.

 

Sebagai contoh, jika Anda miliki alergi pada debu, bersihkanlah rumah lebih sering untuk menahan debu menumpuk. Lain ulang jika Anda alergi bersama bulu kucing, tersedia baiknya untuk jauh-jauh berasal dari kucing.

 

Alergi musiman bisa dikendalikan dan dikurangi reaksinya bersama diagnosis dan perawatan yang tepat. Disarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter untuk memahami apa yang menyebabkan reaksi alergi (alergen) tersebut.