Blog Informasi dan Pengetahuan

Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa?

0

Banyak orang menyamakan alergi susu dengan intoleransi laktosa. Namun alergi susu dan intoleransi laktosa sebenarnya dua perihal yang berbeda. Apa saja perbedaanya? Alergi terhadap makanan melibatkan sistem imun tubuh. Gejala yang ditimbulkan mampu berbagai macam dan muncul di bermacam bagian tubuh, bahkan ada yang mampu memicu kematian.

 

Sebaliknya, intoleransi terhadap makanan seringkali tidak memicu tanda-tanda serius. Gejalanya termasuk berlangsung cuma di bagian pencernaan.

 

Sama halnya terhadap masalah alergi susu, sedikit saja minum susu mampu menyebabkan reaksi alergi seperti; rasa mual, muntah, kram perut, dan diare. Gejala lain yang bisa saja berlangsung adalah mulut kesemutan, gatal-gatal, dan juga bengkak terhadap bibir, wajah, lidah, dan leher. Saking parahnya Anda mampu mengalami ada masalah bernapas dan kejang yang disertai dengan penurunan tekanan darah.

 

“Reaksi alergis yang sebenarnya . . . muncul beberapa menit setelah diserapnya makanan yang mengganggu. Gejala yang muncul satu jam lantas atau lebih bisa saja besar mengindikasikan intoleransi.”Buku The Sensitive Gut

Intoleransi laktosa tidak akan memicu tanda-tanda yang tidak berhubungan dengan sistem pencernaan. Anda termasuk masih mampu mengonsumsi susu di dalam jumlah sedikit, tindakan pencegahan termasuk masih dimungkinkan. Misalnya dengan minum susu bebas laktosa atau minum pil enzim laktase (Lactaid) yang menunjang pencernaan.

 

Selain Perbedaan Gejala, Apa Lagi yang Bisa Membantu Anda Membedakannya?

Kenali perbedaan penyebab alergi susu dan intoleransi laktosa! Semua type alergi makanan (termasuk alergi susu) disebabkan oleh kekeliruan terhadap sistem imun tubuh yang mengira protein di dalam susu sebagai zat yang berbahaya. Hal ini memicu memproses histamin dan zat-zat kimia lain yang jadi penyebab alergi.

 

Dua type protein utama susu sapi yang memicu alergi adalah kasein dan whey. Kasein adalah protein yang lambat diserap tubuh, sedangkan whey cepat diserap. Menurut beberapa pakar, alergi makanan sebenarnya jarang terjadi. Karena cuma 1 sampai 2 % masyarakat umum yang terkena dampaknya, terlebih terhadap anak-anak dengan persentase tidak cukup berasal dari 8 persen.

 

Sedangkan, intoleransi laktosa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase di dalam tubuh. Enzim laktase bermanfaat menghancurkan molekul laktosa (zat gula alami susu) ke di dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga mampu diserap tubuh. Intoleransi laktosa sendiri amat umum berlangsung dan sekitar 70 % populasi dunia mengalaminya.

 

Bagaimana Cara Mengobati Alergi Susu maupun Intoleransi Laktosa?

Dari aspek pengobatan, alergi susu dan intoleransi laktosa pun jauh berbeda. Bagi Anda penderita alergi susu, obat antihistamin mampu kurangi tanda-tanda yang timbul, namun disarankan untuk berharap anjuran dokter sebelum akan mengonsumsinya. Obat ini diminum langsung setelah mengonsumsi product susu. Untuk tanda-tanda yang berat, langsung periksa ke dokter untuk jelas obat yang paling tepat.

 

Untuk Anda yang memiliki intoleransi laktosa, tidak harus repot-repot mempersiapkan obat. Gejala yang ditimbulkan seringkali ringan dan bersifat sementara. Namun, ada baiknya Anda hindari mengonsumsi product susu yang berkadar laktosa tinggi dan jadi coba susu rendah laktosa, keju keras (keju Swiss dan cheddar), ataupun yoghurt.

 

Mengetahui perbedaan alergi susu dengan intoleransi laktosa sangatlah penting, sehingga Anda jelas cara tepat menanganinya dan mampu hindari hal-hal yang tidak diinginkan.